Showing posts with label Tugas Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Tugas Kuliah. Show all posts
Makalah Penilaian Pembelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar
Postingan kali ini adalah pembaasan mengenai Penilaian Pembelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar yang saya sajikan dalam bentuk sebuah makalah yang juga merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar
Makalah Penilaian Pembelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar ini bisa diunduh di link berikut ini Makalah B.Indonesia
Gunakan dengan bijak dan Semoga bermanfaat !
Penilaian Pembelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar (PowerPoint)
Kali ini saya memposting sebuah pembahasan mengenai Penilaian Pembelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar dalam bentuk PowerPoint Presentation yang bisa diunduh di link berikut ini PPT Penilaian B.Indo
yang mana ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar.
Gunakan dengan bijak dan semoga bermanfaat !
Mengapa Mobil Bisa Mendadak Mogok di Atas Rel KA ?
Seringkali kita mendengar atau
bahkan menyaksikan berita di media terkait kecelakaan di perlintasan kereta api
yang disebabkan karena mesin kendaraan tiba-tiba berhenti beroperasi dan mati. Ada
yang bilang hal itu disebabkan oleh pengaruh medan magnet di sekitar
perlintasan kereta api, namun ada juga pendapat yang mengaitkan dengan unsur-unsur
mistis, memang tidak ada yang disalahkan dalam berpendapat, namun alangkah baiknya
bila disertai alasan logis & ilmiah sehingga bisa dicerna oleh akal sehat.
Kebetulan beberapa hari yang lalu
saya mendapat tugas yang berkaitan dengan listrik dan magnet, jadi saya berniat
mengkaji tentang Medan magnet di sekitar perlintasan kereta api. Beberapa kali
saya mencari referensi di internet, dan hasil yang saya dapat secara garis
besar adalah :
Rangkuman Besaran, Satuan, & Kesalahan Pengukuran - Materi IPA SMP Kelas VII
A. BESARAN
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai ( dinyatakan dengan angka ).
Sesuatu dapat dikatakan sebagai besaran jika mempunyai 3 syarat yaitu :
- dapat diukur atau dihitung
- dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
- mempunyai satuan.
Jika ditinjau dari arah dan nilainya, besaran dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1. Besaran skalar, yaitu besaran yang hanya memiliki nilai tanpa memiliki arah. Contoh: massa, panjang, waktu, energi, usaha, suhu, kelajuan dan jarak.
2. Besaran vektor, yaitu besaran yang memiliki nilai dan arah. Contoh: gaya, berat, kuat arus, kecepatan, percepatan dan perpindahan.
Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :
- . Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
- . Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.
a. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan lebih dahulu dan tidak tersusun atas besaran lain. Besaran pokok terdiri atas tujuh besaran. Tujuh besaran pokok dan satuannya berdasarkan sistem satuan internasional (SI) sebagaimana yang tertera pada tabel berikut:
Tabel Besaran Pokok dan Satuannya
Sistem satuan internasional (SI) artinya sistem satuan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, yang berlaku secara internasional.
| Besaran Pokok | Satuan SI |
|---|---|
| Massa | kilogram (kg) |
| Panjang | meter (m) |
| Waktu | sekon (s) |
| Kuat Arus | ampere (A) |
| Suhu | kelvin (K) |
| Intensitas Cahaya | candela (Cd) |
| Jumlah Zat | mole (mol) |
Sistem satuan internasional telah disepakati pada tahun 1960 oleh Konferensi Umum Kesebelas mengenai berat dan ukuran, dengan nama Sistem international (SI).
Ada 7 besaran pokok yang mempunyai satuan dan 2 besaran pokok yang tidak mempunyai satuan :
1. Panjang
Satuan Panjang = Meter (M)
Meter pertama kali didefinisikan pada 1973 dengan membagi jarak dari kutub utara sampai ke katulstiwa menjadi 10 juta bagian yang sama. Hasilnya diproduksi menjadi 3 batang platina dan beberapa batang besi. Karena selanjutnya diketahui bahwa pengukuran jarak dari kutub ke katulstiwa tidak akurat, maka pada 1960 standar ini ditinggalkan. Saat ini 1 meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya pada ruang hampa selama 1/299792458 detik
2. Waktu
Satuan Waktu = Detik/Sekon (S)
Satuan waktu awalnya didefinisikan sebagai 1/86400 dari waktu satu hari, namun karena rotasi bumi tidak konstan, maka definisi ini diganti menjadi 1/31556925.9747 dari tahun 1900. pada 1967, definisi ini kembali diganti.detik adalah selang waktu dari 9.192.631.770 periode radiasi yang disebabkan karena transisi 2 atom cesium – 133 pada ground state.
3. Massa
Satuan Massa = Kilogram (kg)
pada 1799, kilogram didefinisikan sebagai massa
air pada 4 derajat celcius yang menempati 1 desimeter kubik. Namun kemudian ditemukan bahwa volume air yang diukur ternyata 1,000028 desimeter kubik, sehingga standar ini ditinggalkan pada 1889.
Kilogram didefinisikan oleh sebuah benda silinder yang terbuat dari lempeng platina dan 10% indium pada ruang hampa di dekat paris Kilogram merupakan satu-satunya satuan standar yang tidak bisa dipindahkan. Tiruan-tiruan telah dibuat dengan ketelitian mencapai 1/108part, namun metalurgi abad 19 belum baik, sehingga ketidakmurnian pada logam menyebabkan kesalahan sekitar 0.5 part per billion setiap tahunnya.
4. Arus listrik
Satuan Arus Listrik = Ampere (A)
Saat arus listrik mengalir lewat suatu kabel, maka bidang magnet akan berada di sekeliling kabel. Ampere didefinisikan pada 1948 dari kekuatan tarik-menarik dua kabel yang berarus listrik.
1 ampere adalah arus listrik konstan dimana jika terdapat dua kabel dengan panjang tak terhingga dengan circular cross section?? yang dapat diabaikan, ditempatkan dengan jarak 1 meter pada ruang hampa, akan menghasilkan gaya 2 x 107 newton per meter.
5. Suhu atau Temperature
Satuan Suhu atau temperature Termodinamis = Kelvin (K)
Definisi dari temperature didasarkan pada diagram fase air, yaitu posisi titik tripel air (suhu dimana 3 fase air berada bersamaan) yang didefinisikan sebagai 273,16 kelvin, kemudian nol mutlak didefinisikan pada 0 kelvin, sehingga 1 kelvin didefiniskan sebagai 1/273.16 dari temperature titik tripel air.
6. Jumlah Zat
satuan Jumlah Zat = Mol (Mol)
mol adalah istilah yang digunakan sejak 1902, dan merupakan kependekan dari “gram-molecule”.1 Mol adalah jumlah zat yang mengandung zat elementer sebanyak atom yang terdapat pada 0.012 kg karbon – 12. saat istilah mol digunakan, zat elementernya harus dispesifikasikan, mungkin atom, molekul, electron, atau partikel lain.
Kita dapat membayangkan satu mol sebagai jumlah atom dalam 12 gram karbon 12. bilangan ini disebut bilangan Avogadro, yaitu 6.0221367 x 1023
7. Intensitas Cahaya
satuan Intensitas Cahaya = Candela (C)
Satuan intensitas cahaya diperlukan untuk menentukan brightness (keterangan) dari suatu cahaya. Sebelumnya, lilin dan bola lampu pijar digunakan sebagai standar. Standar yang digunakan saat ini adalah sumber cahaya monokromatik(satu warna), biasanya dihasilkan oleh laser, dan suatu alat bernama radiometer digunakan untuk mengukur panas yang ditimbulkan saat cahaya tersebut diserap.1 candela adalah intensitas cahaya pada arah yang ditentukan, dari suatu sumber yang memancarkan radiasi monokromatik dengan frekuensi 540 x 1012 per detik, dan memiliki intensitas radian pada arah tersebut sebesar (1/683) watt per steradian.
Berikut ini 2 macam besaran pokokn tak berdimensi :
1. Sudut Datar
Satuannya Radian
2. Sudut Ruang
Satuannya Steradian
b. Besaran Turunan
Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok hasil dari kombinasi-kombinasi besaran pokok. contoh besaran turunan adalah luas suatu daerah persegi panjang. Luas sama dengan panjang dikali lebar, dimana panjang dan lebar keduanya merupakan satuan panjang. Perhatikan tabel besaran turunan, satuan dan dimensi di bawah ini.
Tabel Besaran Turunan dan Satuannya
| Besaran Turunan | Satuan SI |
|---|---|
| Gaya (F) | kg.m.s-2 |
| Massa Jenis (p) | kg.m-3 |
| Usaha (W) | kg.m2.s-2 |
| Tekanan (P) | kg.m-1.s-2 |
| Percepatan | m.s-2 |
| Luas (A) | m2 |
| Kecepatan (v) | m.s-1 |
| Volume (V) | m3 |
Satuan adalah ukuran dari suatu besaran yang digunakan untuk mengukur. Jenis-jenis satuan yaitu:
a. Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya secara internasional atau disebut dengan satuan internasional (SI).
Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:
Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)
Tabel Satuan Baku
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)
| Besaran Pokok | Satuan MKS | Satuan CGS |
|---|---|---|
| Massa | kilogram (kg) | gram (g) |
| Panjang | meter (m) | centimeter (cm) |
| Waktu | sekon (s) | sekon (s) |
| Kuat Arus | ampere (A) | statampere (statA) |
| Suhu | kelvin (K) | kelvin (K) |
| Intensitas Cahaya | candela (Cd) | candela (Cd) |
| Jumlah Zat | kilomole (mol) | mol |
b. Satuan Tidak Baku
Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional dan hanya digunakan pada suatu wilayah tertentu.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.
Contoh: depa, hasta, kaki, lengan, tumbak, bata dan langkah.
Alat Ukur adalah sesuatu yang digunakan untuk mengukur suatu besaran.
Berbagai macam alat ukur memiliki tingkat ketelitian tertentu. Hal ini bergantung pada skala terkecil alat ukur tersebut. Semakin kecil skala yang tertera pada alat ukur maka semakin tinggi ketelitian alat ukur tersebut. Beberapa contoh alat ukur sesuai dengan besarannya, yaitu:
a. Alat Ukur Panjang
1. Mistar (Penggaris)
Mistar adalah ala ukur panjang dengan ketelitian sampai 0,1 cm atau 1 mm. Pada pembacaan skala, kedudukan mata pengamat harus tegak lurus dengan skala mistar yang di baca.
2. Jangka Sorong
Jangka sorong dipakai untuk mengukur suatu benda dengan panjang yang kurang dari 1mm. Skala terkecil atau tingkat ketelitian pengukurannya sampai dengan 0,01 cm atau 0,1 mm.
Umumnya, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, diameter bola, ebal uang logam, dan diameter bagian dalam tabung.
Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu:
a). Skala Utama/tetap, yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong.
b). Skala Nonius, yaitu skala yang terdapat pada rahang sorong yang dapa bergeser/digerakan.
Umumnya, jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, diameter bola, ebal uang logam, dan diameter bagian dalam tabung.
Jangka sorong memiliki dua skala pembacaan, yaitu:
a). Skala Utama/tetap, yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong.
b). Skala Nonius, yaitu skala yang terdapat pada rahang sorong yang dapa bergeser/digerakan.
3. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang dengan ingkat ketelitian terkecil yaiu 0,01 mm atau 0,001 cm.
Skala terkecil (skala nonius) pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala utama terdapat pada rahang tetap.
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang sangat tipis.
Skala terkecil (skala nonius) pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala utama terdapat pada rahang tetap.
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang sangat tipis.
b. Alat Ukur Massa
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda adalah neraca. Berdasarkan cara kerjanya dan keelitiannya neraca dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Neraca digital, yaitu neraca yang bekerja dengan sistem elektronik. Tingkat ketelitiannya hingga 0,001g.
2. Neraca O'Hauss, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian hingga 0.01 g.
3. Neraca sama lengan, yaitu neraca dengan tingkat ketelitian mencapai 1 mg atau 0,001 g.
c. Alat Ukur Waktu
Satuan internasional untuk waktu adalah detik atau sekon. Satu sekon standar adalah waktu yang dibuuhkan oleh atom Cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
Alat yang digunakan untuk mengukur waktu, antara lain jam matahari, jam dinding, arloji (dengan ketelitian 1 sekon), dan stopwatch (ketelitian 0,1 sekon).
D. KESALAHAN DALAM PENGUKURAN
Kesalahan dalam pengukuran adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar x0. Kesalahan dapat digolongkan menjadi empat golongan :
1. Keteledoran
Umumnya disebabkan oleh keterbatasan pada pengamat, diantaranya kurang terampil menggunakan instrumen, terutama untuk instrumen canggih yang melibatkan banyak komponen yang harus diatur atau kekeliruan dalam melakukan pembacaan skala yang kecil.
2. Kesalahan sistematik
Adalah kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bilangan (kuantitatif), contoh : kesalahan pengukuran panjang dengan mistas 1 mm, jangka sorong, 0,1 mm dan mikrometer skrup 0,01 mm
3. Kesalahan acak
Merupakan kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bilangan (kualitatif),
Contoh :
- kesalahan pengamat dalam membaca hasil pengukuran panjang
- pengabaian pengaruh gesekan udara pada percobaan ayunan sederhana
- pengabaian massa tali dan gesekan antar tali dengan katrol pada percobaan hukum II Newton.
4. Ketidakpastian pada Pengukuran
Ketika mengukur suatu besaran fisis dengan menggunakan instrumen, tidaklah mungkin akan mendapatkan nilai benar X0,melainkan selalu terdapat ketidakpastian. Ketidakpastian ini disebabkan oleh beberapa hal misalnya batas ketelitian dari masing-masing alat dan kemampuan dalam membawa hasil yang ditunjukkan alat ukur.
Beberapa istilah dalam pengukuran:
o Ketelitian (accuracy)
adalah suatu ukuran yang menyatakan tingkat pendekatan dari nilai yang diukur terhadap nilai benar X0
o Kepekaan
adalah ukuran minimal yang masih dapat dideteksi (dikenal) oleh instrumen, misal galvanometer memiliki kepekaan yang lebih besar daripada Amperemeter / Voltmeter
o Ketepatan (precision)
adalah suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang sama.
o Presisi
berkaitan dengan perlakuan dalam proses pengukuran, penyimpangan hasil ukuran dan jumlah angka desimal yang dicantumkan dalam hasil pengukuran.
o Akurasi
yaitu seberapa dekat hasil suatu pengukuran dengan nilai yang sesungguhnya.
JENIS KESALAHAN DAN SUMBERNYA
Kesalahan sistematis (systematic errors)
Adalah ketidak-akuratan hasil pengukuran akibat alat, kalibrasi atau teknik ukur yang salah. Misalnya Kesalahan Alat.
> kesalahan nol (zero error) akibat tidak berimpitnya titik nol skala dengan titik nol jarum penunjuk.
> kelelahan (fatigue) alat karena misalnya pegas yang dipakai telah lembek.
> gesekan antar bagian yang bergerak.Kesalahan ini bisa dihindari bila alat ukur diganti dengan yang lebih baik jika mungkin.
> Kesalahan kalibrasi yaitu ketidak-tepatan pemberian skala ketika pertama kali alat dibuat .bisa dihindari dengan membandingkan alat tersebut dengan alat baku (standar).
Kesalahan pribadi pengamat:
> Kesalahan parallax yaitu kesalahan akibat posisi mata saat pembacaan skala tidak tepat tegak lurus di atas jarum.
> Kesalahan interpolasi yaitu salah membaca kedudukan jarum diantara dua garis skala terdekat.
> Kesalahan Rambangan (random errors)
Walupun kesalahan sistematis sudah berusaha dihindari, namun masih ada sumber kesalahan lain berasal dari luar sistem dan tak dapat dikuasai sepenuhnya:
Gerak brown molekul udara yang dapat mempengaruhi penunjukan alat-alat halus seperti galvanometer.
Fluktuasi tegangan listrik yang tak teratur yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran dengan alat-alat ukur listrik.
Landasan (meja, lantai atau dudukan lain) alat yang bergetar akibat lalu lintas atau sumber lain.
Dan untuk menghindari kesalahan dalam pengukuran kita harus melakukan pengukuran berulang Pengukuran berulang adalah pengukuran yang dilakukan berkali-kali tanpa ada perubahan penyetelan (setting) alat, misalnya lebar meja yang diukur 10 kali dengan mistar yang sama. Seandainya pengukuran sekali dan berulang telah dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga tiap data masing-masing model pengukuran diperoleh dengan cara-cara yang sama baiknya, tetap saja kualitas data pengukuran berulang lebih baik dari pengukuran sekali. Dari data yang diperoleh dengan pengukuran berulang, akan dapat diperoleh tiga besaran yaitu nilai rata-rata (mean) sampel,nilai tengah (median) sampel, dan nilai terbanyak muncul(modus) sampel.
Bila distribusi data hasil pengukuran beberapakali dipercayai seperti distribusi Gauss (simetri), maka nilai ketiga besaran tersebut sama. Nilai pendekatan terbaik yang paling tepat adalah nilai rata-rata sample karena sesuai dengan asas kuadrat terkecil (Principle of Least Square) dalam statistik yang berbunyi “Nilai terbaik diantara sekumpulan nilai suatu besaran adalah nilai yang sedemikian rupa sehingga jumlah selisih nilai-nilai lain terhadap nilai tersebut setelah dikuadratkan adalah sekecil-kecilnya”.
Dirangkum dari berbagai sumber
Semoga Bermanfaat.
Upaya-upaya Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan Peserta Didik Belajar di Sekolah Pada SD Negeri JUGO 03
Bab I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Banyak faktor-faktor yang
mempengaruhi kurangnya minat peserta didik untuk belajar yang menyebabkan menurunnya prestasi
belajar, yang salah satunya adalah suasana belajar yang tidak menyenangkan,
karena banyak peserta didik yang sulit menemukan suasana belajar yang menyenangkan, yang membuat peserta
didik menjadi jenuh dan bosan.
Faktor-faktor yang menyebabkan
suasana belajar yang tidak menyenangkan terletak pada peserta
didik itu sendiri, guru, dan orang tua. Itu yang
menyebabkan kurangnya minat belajar peserta didik. Penulis ingin membahas tentang suasana belajar yang menyenangkan yang harus
diperhatikan oleh peserta didik, guru, dan orang tua yang juga mempunyai peran penting untuk mewujudkan
suasana belajar yang menyenangkan. Karena jika suasana belajar yang
menyenangkan belum terpenuhi, maka belajar mengajar yang dilaksanakan kurang
maksimal.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa suasana belajar
mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan pendidikan. Suasana
yang menyenangkan terbukti dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
menerima materi dan mengolah bahan pembelajaran.
Untuk itu Kita harus mengetahui betapa pentingnya suasana belajar yang menyenangkan yang
sangat mempengaruhi prestasi peserta didik. Selain itu kita
harus memahami bagaimana cara untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi
peserta didik dengan tujuan menggali potensi-potensi yang dimiliki peserta
didik sehingga tercipta output yang bermutu tinggi dan kompeten serta
terciptanya lembaga sekolah yang berkualitas dan unggul secara nyata.
1.2. Rumusan Masalah
Untuk
memudahkan penulis dalam menyusun laporan ini, maka penulis merumuskan beberapa
permasalahan. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.
Bagaimanakah Tips Belajar Yang Menyenangkan.
2.
Bagaimana Teknik Untuk Membuat Peserta Didik Aktif Belajar.
3.
Bagaimanakah Peran Serta Guru Untuk Menciptakan Suasana Belajar Yang Menyenangkan.
4. Kendala
Dalam Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan.
1.3. Tujuan Pembahasan
Laporan ini disusun untuk dengan tujuan:
1. Mengetahui Tips Belajar Yang
Menyenangkan.
2. Mengetahui Teknik Untuk Membuat Peserta Didik Aktif Belajar.
3. Mengetahui Peran Serta Guru dalam Menciptakan Suasana Belajar Yang
Menyenangkan
4. Mengetahui Kendala Dalam Menciptakan Suasana
Belajar yang Menyenangkan
Bab II
Kerangka
Teori
2.1. PENGERTIAN MENCIPTAKAN
Menciptakan yang berarti mewujudkan sesuatu yang tiada
sebelumnya atau sesuatu yang belum pernah terjadi sama sekali dan bila
seseorang menemukan hal yang baru, dia berhak mengenalkannya kepada orang lain
yang belum mengenal hal tersebut.
2.2. PENGERTIAN SUASANA
Suasana adalah penilaian bagus atau tidaknya
suatu tempat dari yang melihat ataupun yang merasakannya. Jika suasananya tidak
bagus, otomatis orang yang melihat tidak mau mendekatinya dan sebaliknya, jika
suasananya bagus, otomatis orang yang melihat akan melihat tempat tersebut.
2.3. PENGERTIAN BELAJAR
1.
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku
sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.
2.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan
respon.Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan
perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input
yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
3.
Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan
respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan
oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak
penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur,
yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang
diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon)
harus dapat diamati dan diukur.
2.4. PENGERTIAN MENYENANGKAN
Menyenangkan adalah perasaan
seseorang yang sedang senang terhadap apa yang terjadi.
2.5. PENGERTIAN MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG
MENYENANGKAN
Menciptakan Suasana Belajar Yang
Menyenangkan adalah Memunculkan Suasana-suasana belajar yang menyenangkan bagi Peserta
Didik yang belajar dan tidak membosankan.
Bab
III
Pembahasan
3.1. TIPS BELAJAR
YANG MENYENANGKAN
Dalam menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan diperlukan kiat-kiat khusus, berikut beberapa
kiat dalam belajar menurut Bapak Sriadi S.Pd, Kepala SD Negeri JUGO 03
berdasarkan wawancara kami Kamis, 10
Januari 2013
1. Niat yg
tulus untuk belajar.
2. Cari
suasana belajar yg kita sukai.
3. Jangan
terlalu memaksakan diri, kalau kita merasa lelah.
4. Istirahat
sejenak
5. Mengkombinasikan
belajar dengan hal-hal lain yang menyenangkan
3.2. TEKNIK MEMBUAT PESERTA
DIDIK AKTIF BELAJAR
Untuk membuat Peserta Didik lebih aktif dalam belajar, Peserta Didik harus
meningkatkan minat belajar, menimbulkan rasa ingin tahu dan merangsang mereka
untuk berfikir terhadap mata pelajaran tersebut. Setelah itu, kosongkan
sebagian ruang kelas agar Peserta Didik bisa bergerak lebih bebas.
Kegiatan
belajar yang baik dalam kelas bisa saling bertukar pendapat. Kegiatan ini bisa
digunakan untuk menstimulasi keterlibatan Peserta Didik dalam pelajaran yang
akan disampaikan. Kegiatan ini juga mengingatkan Peserta Didik untuk mendengarkan
secara cermat dan membuka diri terhadap bermacam pendapat. Proses belajar
seperti ini akan meningkat jika Peserta Didik dimintai untuk melakukan hal-hal
berikut ini :
1. Mengemukakan
kembali informasi dengan kata-kata mereka sendiri.
2. Memberikan
contohnya.
3. Mengenalinya
dalam bermacam bentuk dan situasi.
4. Melihat
kaitan antara informasi itu dengan fakta atau gagasan lain.
5. Menggunakannya
dengan beragam cara.
6. Memprediksikan
sejumlah konsekuensinya.
7. Menyebutkan
lawan atau kebalikannya.
Biasanya belajar berawal dari sebuah pertanyaan dengan cara debat aktif.
Debat aktif bisa menjadi metode berharga untuk meningkatkan pemikiran dan
perenungan bagi Peserta Didik. Dalam melakukan debat aktif, jika anda merasa
bahwa Peserta Didik akan kesulitan untuk mempelajari materi pelajarannya,
berikan sejumlah informasi yang bisa mengarahkan mereka.
Biasanya
para guru, untuk membuat Peserta Didik lebih aktif berfikir dengan cara
membentuk suatu kelompok dan mengajukan pertanyaan. Pembentukan kelompok bisa
dilakukan dengan memasangkan Peserta Didik yaitu :
1. Dua Peserta Didik yang belum
pernah bertemu sebelumnya.
2. Dua Peserta Didik yang tidak
pernah bekerja sama.
3. Dua Peserta Didik yang
berasal dari jurusan atau latar belakang yang berbeda.
4. Dua Peserta Didik yang
memiliki tingkat pengetahuan atau pengalaman yang berbeda.
Setelah Peserta Didik membuat suatu kelompok dalam kelas, maka guru yang
mengajar mengajukan satu atau beberapa pertanyaan kepada Peserta Didik,
misalnya : apa yang kalian ingat tentang pelajaran kita yang lalu ?, apa yang
menarik menurut kalian ?. Itu adalah contoh pertanyaan untuk Peserta Didik yang
bisa membuat Peserta Didik mengingat kembali materi yang lalu dan juga sebelum
lebih jauh mendiskusikan suatu masalah, berilah petunjuk yang jelas untuk
memandu Peserta Didik belajar dan menjelaskan materi dengan cermat. Aktivitas
belajar yang efektif seperti ini dengan membentuk suatu kelompok dalam kelas,
membantu Peserta Didik mengenali perasaan, nilai-nilai, dan sikap mereka atau
dengan membentuk kelompok kecil dan untuk belajar dirumah dengan memberi tugas
kepada mereka agar mereka bisa mengetahui beragam pendapat, pengetahuan, serta
keterampilan mereka dan akhirnya mereka bisa menguasai mata pelajaran tersebut
dan mereka tidak grogi untuk menyampaikan kembali apa yang mereka bahas saat
dirumah. Karena menurut pakar, percaya bahwa sebuah mata pelajaran baru
benar-benar dikuasai bila Peserta Didik bisa menyampaikan kembali kepada
orang lain.
Selain
dengan belajar kelompok atau dengan membuat kelompok kecil ataupun belajar
dalam satu kelas penuh bisa ditingkatkan dengan aktivitas belajar mandiri, agar
mereka bisa mengetahui perkembangan kemampuan dirinya sendiri.
3.3. PERAN SERTA GURU
DALAM MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG MENYENANGKAN
Rasa senang dalam belajar adalah masalah suasana hati.
Ini diperoleh melalui perlakuan guru dan orang tua melalui dorongan dan
motivasi mereka. Sebenarnya yang diperlukan oleh anak-anak dalam belajar adalah
rasa percaya diri. Maka tugas orang tua dan guru tentu saja menumbuhkan rasa
percaya diri mereka. Dari pengalaman hidup, kita sering menemukan begitu banyak
anak yang ragu-ragu atas apa yang mereka pelajari, sehingga mereka perlu
didorong dan diberi semangat lewat kata- kata dan perlakuan.
Agar
setiap anak bisa belajar dengan senang dan memperoleh hasil yang optimal, maka
orang tua sebagai pengasuh di rumah dan guru di lingkungan sekolah perlu
memperkenakan tentang keterampilan belajar, kemampuan dalam berkomunikasi dan
memperoleh lingkungan yang menyenangkan. Agar seorang siswa tidak terjebak
dalam kebosanan gaya belajar yang monoton (belajar hanya sekedar mencatat
perkataan guru dan menghafal) maka mereka perlu tahu bagaimana cara membaca ,
cara mencatat, cara mengolah suasana hati, cara mengolah lingkungan dan cara
berkomunikasi dengan guru dan teman teman selama pembelajaran.
Guru harus bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
sehingga terbentuk relasi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
Seorang guru yang ingin menguasai teknik mengajar yang menyenangkan (smart
teacher) harus memiliki beberapa standar kriteria pemahaman, antara lain
memahami konsep, memahami proses perkembangan siswa, paham bahwa masing-masing
siswa itu adalah individu yang berbeda serta memahami cara beradaptasikan diri
dalam proses pembelajaran.
Untuk
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan seorang guru harus mampu
menggunakan berbagai strategi pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan siswa
dan mampu memotivasi siswa secara individu dan kelompok untuk menciptakan iklim
belajar positif. Selain itu, guru juga harus mampu berkomunikasi secara efektif
dan menggunakan berbagai media komunikasi untuk menciptakan suasana kelas yang
menyenangkan.
3.4. KENDALA DALAM
MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG MENYENANGKAN
Kendala-kendala yang mempengaruhi suasana belajar
mengajar adalah hal-hal yang menyebabkan kondisi belajar kurang kondusif dan
produktif bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
Di SD
Negeri JUGO 03 ini terdapat beberapa kendala yang menyebabkan hambatan dalam
menciptakan suasana yang menyenangkan, diantaranya:
1.
Kondisi Geografis, tidak sedikit peserta didik yang
rumahnya jauh dari sekolah, hal ini memaksa mereka untuk berjalan kaki bahkan
ada yang berjarak hingga 6 (enam) Kilometer dari sekolah, sesampainya disekolah
mereka merasa lelah dan secara otomatis mepengaruhi prestasi mereka.
2.
Faktor Cuaca, Lokasi yang berada di lereng gunung
wilis dengan ketinggian 1500Mdpl menyebabkan sering terjadinya anomali cuaca
berupa kabut tebal dan hujan badai yang datang tiba-tiba.
Bab IV
Penutup
4.1. KESIMPULAN
Suasana belajar yang menyenangkan adalah impian dari semua peserta
didik. Tetapi untuk mewujudkannya
harus bekerja sama antara peserta didik, guru, dan orang tua. Jika suasana belajar tidak
menyenangkan dan peserta didik merasa tertekan, otomatis minat belajar peserta
didik akan berkurang. Dalam mewujudkan
suasana belajar yang menyenangkan, orang tua siswa harus bekerja sama dengan
pihak sekolah dengan cara mendukung semua pembelajaran dan tambahan pelajaran
ataupun ekstrakurikuler yang ada disekolah. Guru memiliki peranan
paling utama dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta
didik ketika belajar di sekolah. Dimana guru harus pandai-pandai mengatur
strategi dan metode untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Rasa senang dalam belajar adalah masalah suasana hati. Ini
diperoleh melalui perlakukan guru dan orang tua melalui dorongan dan motivasi
mereka. Sebenarnya yang diperlukan oleh anak-anak dalam belajar adalah rasa
percaya diri. Maka tugas orang tua dan guru tentu saja menumbuhkan rasa percaya
diri mereka. Berdasarkan pengamatan penulis, tidak jarang penulis menemukan beberapa anak yang ragu-ragu atas apa
yang mereka pelajari, sehingga mereka perlu didorong dan diberi semangat lewat
kata- kata dan perlakuan.
4.1. SARAN
Sebagai penutup dari laporan observasi ini penulis
ingin menyampaikan beberapa saran terkait upaya-upaya untuk menciptakan suasana
yang menyenangkan peserta didik belajar di sekolah pada SD Negeri JUGO 03, antara lain :
1.
Kepada para mahasiswa khususnya mahasiswa Pendidikan
Guru Sekolah Dasar sebagai calon Guru agar lebih memahami dan mempersiapkan
seluk-beluk tentang bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di
sekolah.
2. Kepada
Guru-guru khususnya guru SD agar bisa se-kreatif mungkin menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
sehingga siswa tidak mudah bosan dalam belajar.
3.
Kepada Orang Tua Peserta didik supaya memperhatikan gaya
belajar anak-anaknya.
LAMPIRAN

Narasumber
:
Nama :
SRIADI S.Pd
NIP :
1961 10 09 1983 05 1 003
Tempat/tanggal lahir :
Malang, 09 Oktober 1961
Alamat :
RT.01/RW.06 Dsn. Maesan Ds.Maesan Kec. Mojo
:
Kab. Kediri
Riwayat Pendidikan :
-SDN Kedungsalam 02 Kec. Donomulyo Kab. Malang
:
-SMP PGRI 1 Kedungsalam Kec. Donomulyo
:
-SPG-K Donomulyo
:
-D2 UPBJJ UT Palangkaraya
:
-S1 UNP Kediri (2009)
Riwayat Karier :
-1983 Guru SD Inpres UPT Pangkoh 5 C-Kiri
Kec.Pandihbatu
Kab.Kapuas Palangkaraya
:
-2001 Guru SDN Ngadi 2 Kec.Mojo
:
-2004 Guru SDN Dunungan 2 Kec. Mojo
:
-2011 Kepala Sekolah SDN Jugo 03 – Sekarang


SD Negeri JUGO 03
Dsn. Besuki Ds.Jugo Kec.Mojo
Koordinat Lokasi Absolut :
Lintang 7°51'46.01"S
Bujur 111°51'28.50"T





DAFTAR PUSTAKA
Dokumen Penulis, 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)










